![]() |
| Instagram.com |
Tulisan ku kali Ini mengungkapkan sebuah perasaan yang sebenarnya aku tidak mengerti Apa yang sedang ku rasakan. Takdir sudah Allah tetapkan sejak lima puluh ribu tahun lalu sebelum bumi diciptakan. Jadi sebagai manusia biasa kita cuma ikhlas menjalani. Bukan berarti pasrah. Hanya saja didalam menjalaninya kita kudu punya ikhtiar dan selalu berharap apapun yang terjadi adalah yang terbaik menurut Allah.
Masalah jodoh adalah masalah yang sangat pelik bagi banyak kaum muda mudi yang sedang dalam penantian. Terlebih lagi untuk mereka yang sangat mengharapkan imam dan pendamping yang selalu Allah ridhoi.
Meluruskan niat dalam mengambil keputusan untuk menjalani rumah tangga adalah hal paling pokok yang mesti dilakukan. Jika niatnya salah maka salah pula esensi dari perjalanannya.
Niat semata mata karena ingin taat dan beribadah kepada Allah adalah hal paling penting yang harus kita tancapkan pada hati, jiwa dan raga, jika tidak maka semua akan gersang. Kita bagaikan pion yang tidak tentu arah yang cuma menjalani rutinitas sebagai manusia pada umumnya.
Ya, aku meninggalkan mu karena Allah dan memilih dia karena Allah, karena aku percaya bahwa Allah tahu yang terbaik untuk ku. Aku ingin nya kamu tetapi Allah inginnya Dia. Aku inginnya kamu itu nafsu sedangkan Allah inginnya dia adalah yg terbaik untuk ku.
Aku mesti merelakan kamu karena aku percaya pilihan Allah adalah yang terbaik.
Melalukan sesuatu karena Allah adalah poin utama dalam menjalani hidup. Kalau bukan karena Allah, terus karena Apa lagi?
Allah adalah sebaik baik niat di penjuru muka bumi.
Allah ga rela kita sedih, Allah ga rela kita rapuh, Allah ga rela kita patah, Allah ga rela kita jatuh. Begitu banyak ni'mat yang sudah Allah kasih, Apakah kita harus tetap kufur terhadap Nya?
Begitu banyak aliran rahmat yang setiap saat sudah Allah curahkan, trus kita masih bisa bilang "Allah tidak adil"!!, wajar???
Kita butuh Allah, Allah ada, kita tidak butuh Allah, Allah tetap ada.
Ya Allah.. kami mohon Maaf dan ampun untuk setiap perbuatan kami yang lalai.
Teruslah bimbing kami ya Allah..
Aamiin.
