Selasa, 31 Januari 2017

Serius Seorang Sopir Bus Bisa Memberangkatkan Istrinya Umrah Plus, Rezeki Dari Mana?



Okeeehh.. Cerita ku kali Ini berdasarkan pengalaman pribadi ketika tiba tiba harus melakukan perjalanan malam menggunakan  mini bus dari Medan ke Tarutung. Perjalanan itu demi mengumpulkan pundi pundi yang tidak seberapa tetapi itu merupakan rezeki yang harus ditaburi rasa syukur. Rezeki kalau tak dicari bakal tak dapat juga. Akhirnya harus melakukan tugas mendadak dan mengatur ulang schedule yang berbeda hampir 180 derjat.

Perjalanan Ini menghabiskan waktu sekitar 6-7 jam tergantung kondisi jalanan saat itu. Tetapi karena Ini adalah perjalanan malam mungkin bisa lebih cepat.

Aku tanya ketiga abang ku harus naik apa jika harus ke Tarutung malam Ini juga. Mereka awalnya shock tetapi karena mereka berfikir aku sudah terbiasa dengan situasi ekstrim seperti Ini sehingga mereka memaklumi nya.

Yahuda ira naik bus L300 aja, atau naik karya agung atau yang ke arah arah Sibolga atau ke Padang Sidempuan, begitu kata mereka.

Kepala ku rada rada puyeng mesti naik opo iki. Ahh sudahlah yang mana pun jadi yang penting bisa nyampe.

Akhirnya dapatlah aku sebuah armada bus, tetapi tujuan akhirnya bukan ke tarutung melainkan ke Padang Sidempuan, yang jalur nya melewati tarutung.

Aku diantar oleh abang ku kesana dan membayarkan ongkos Rp 130.000. Tarif perjalanan naik saat itu karena masih momen tahun baru.

Jujur sebenarnya rada takut melakukan perjalanan malam, wanita tetaplah wanita, tidak sekuat pria. Pantas saja islam melarang wanita pergi sendirian tanpa mahram yang mendampingi. Untuk kedepannya aku pastikan tidak akan pergi sendiri lagi. Aamiin.

Untung saja aku memilih armada yang terpercaya. Sebut saja armada X.

Aku ditawarkan untuk duduk paling depan karena penumpang disamping ku adalah seorang anak perempuan, tepat nya adalah anak dari sopir bus itu sendiri. Alhamdulillah dalam hatiku.

Kebetulannya lagi adalah marga si sopir sama Kayak marga ku. Lubis.. jadi kita pasti Bersaudara!

Saat di perjalanan aku bertanya pada si adek, "asal nya dari mana dek?" tanyaku sok dekat.

"aku dari padang sidempuan kak", jawabnya pelan.

"oh ada acara Apa ke medan syg", tanyaku lagi.

"tadi rencana Mau jemput mama pulang umrah Tapi mama dari jakarta ketinggalan pesawat jadi pulang nya diubah transit di padang bukan medan",  jawabnya menambahi.

Emmmmmmm...  serius umrah?  emang bisa ya sopir bus mengumrahkan istri nya? aku tidak paham apakah pikiran ku terlalu picik?  tidak tidak... Ini bukan pikiran picik tapi hanya ingin tahu kenapa bisa? rezeki dari mana?  ahhh ira kamu terlalu naif, rezeki ya dari Allah. Pertanyaan mu terlalu dangkal. Mempertanyakan masalah rezeki. Fiuuhhh..

Ahh mungkin saja mereka punya banyak kebun di sana, atau istri nya dagang, kan bisa saja. Orang kampung kan begitu, ga penting hidup mewah yang penting anak bisa sekolah dan duit banyak di bank.

Aku berbicara sendiri, Mempertanyakan sendiri, dan menjawab sendiri. Sebenarnya Ini tidak penting tetapi Ini pelajaran penting untuk diriku. Kelihatan sepele Tapi banyak hal yang bisa diambil dari Ini.. aku terdiam seribu bahasa..

Saat perjalanan, bapak sopir mengajak aku berbicara..

"Ini tadi si dedek rencana nya mau jemput mama nya umrah", kata si bapak tiba tiba.

"oh begitu Pak, trus gimana Pak?",  jawabku pura Pura tidak paham.

"akhirnya pulang lagi Lah dia",

"Bapak hebat ya mengikhlaskan istri nya untuk umrah duluan, bapak gak apa Apa begitu?",  tanyaku penasaran.

"yah gapapa, sudah rezeki nya duluan",  jawabnya polos.

"berapaan umrah sekarang Pak?"  tanyaku pengen tahu.

"dia ngambil umrah plus yang harga nya 30 an juta, hotel nya dekat dengan ka'bah", jawabnya lagi.

Masya Allah.. aku terkagum kagum dalam hati.

"Tapi sebenarnya itu bukan uang kami",  katanya sambil nyetir serius.

"maksud nya Pak?",  tanyaku semakin tidak mengerti.

"Jadi sebenarnya Ini dibayarin oleh saudara kembar nya, saudara nya itu menjadi pegawai terbaik sehingga mendapatkan satu vocher umrah. Jadinya sekalian dia beli satu lagi biar mereka dapat berangkat sama sama untuk  umrah", katanya panjang lebar.

Masya Allah aku makin terkagum kagum, rezeki dari Allah tidak disangka sangka.

"Mungkin memang rezeki istri sy, karena memang orang nya baik, apalagi dengan ibu kandung nya ketika sakit dan tinggal dirumah kami, dialah yang menjaga ibu nya dengan penuh kasih sayang",  jawabnya sendu.

Ya Allah air mataku hampir netes. Sudah jatuh beberapa tetes, untung karena malam jadinya tidak kelihatan sama si bapak. Kan malu jika ketahuan.

"Iyah Pak, mungkin semua Ini balasan dari Allah. rezeki tidak disangka sangka datang dari mana saja. Insya Allah semua dapat, dunia nya maupun akhirat yah bapak, semoga jadi pembelajaran untuk saya juga",  jawabku pelan.

Ya ALLAH..  dari setiap perjalanan hidup, aku selalu mengambil hikmah, karena aku percaya engkau maha pembuat skenario terbaik, yang terkadang kami tidak paham untuk Apa Engkau mentakdirkan peristiwa demi peristiwa terjadi pada kami.

Rasa syukur tidak akan pernah pudar, walaupun dengan sehelaian napas yang ku tarik maupun ku hembuskan.

Terus bimbing kami... ke jalan lurus, yang Engkau ridhoi dan rahmati..

Terima kasih, Allah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar