My Experience... #1
Dengar ceramah yusuf mansyur teringat dengan pengalaman pribadi..
Just wanna share about the powerfull of Allah dulu, Allah lagi Allah terus..
Bulan 9 tahun 2014 I decided to go out from Medan, I have to go to Java to look for knowledge and everything.. ini masih fresh graduate banget jadi jiwa petualang masih tinggi tinggi nya.
Searching pekerjaan dari internet, lebih dari 50 an CV online aku kirim lamaran pekerjaan, siang malam sampai ga tidur, tapi tetap saja tidak mudah padahal sudah dengan pengalaman organisasi yang banyak, tapi tetap saja penolakan penolakan harus dihadapi karena aku belum ada pengalaman kerja.
Nelpon senior, ngesms, bbm, watsap, dan uda pasang muka tembok banget, sambil melas melas, .. Ahh cuek dah, biarin yg penting dapat kerja di Jakarta biar bisa tinggal disana. Tapi ternyata tidak mudah karena ga semua senior mau membantu (percuma juga banyak organisasi) #forget it.
Bulan 10 tahun 2014
Akhirnya ada senior di Jakarta yg langsung menawarin kerja.. perbincangan terjadi, serta pengharapan (pada Allah). Senior sy yg di Jakarta menawarin ke senior yg empunya tempat kerja berasal dari Solo. Itu sesuatu banget dan tanggapan beliau itu luar biasa baiknya, padahal beliau belum kenal sy tapi langsung menellpon sy dan menawarkan pekerjaan itu.
Dan penawaran yg lain pun datang.. Sy punya senior menawarkan utk kerja di tempat temannya di Bekasi, dan kelihatan penawaran ini lebih besar.
Penawaran ketiga pun terjadi, seorang senior bekerja di kementerian kesehatan, tinggal di serang, penawaran yg menarik juga.. Alhamdulillah semuanya sangat indah ya Allah..
Aku bingung dan bercampur senang atas ketiga penawaran itu, karena harus milih yang mana. Sebenarnya aku sudah punya kerjaan yg sangat nyaman di Medan tapi ntah kenapa aku memutuskan out of comfort zone utk ke Jakarta yg notabennya I don’t know anyone and I don’t have anything there. But I believe Allah besides me..
Pada siang hari aku datang ke abangku utk menyampaikan maksud ku bahwa I will go to Jakarta. He shocked, and said that what for u go there honey? Apakah disini ira kurang duit??kan ira juga uda punya kerjaan disini, trus apalagi yg kurang. Abang masih bisa bantu” Tanya abangku.
“Aku pun terdiam and answer that This is not about money, but this is about ambitious.. kalau abang menghalangi ira pergi ke Jakarta, berarti abang menghalangi cita-cita ira.”
Abang ku pun terdiam dan dengan berat hati memberikan aku izin. Aku sebenarnya yakin bahwa aku akan diizinkan. Because they believe me.
Sebelum pergi kesana, aku merasa sayang banget ni 2 penawaran lagi harus di tolak, jadi aku ajak teman ku utk ke kerja disana juga dan memberikan sisa penawaran itu ke mereka. Akhirnya aku mempunyai teman yg akan di ajak kesana, sebut saja namanya Bunga.
Tanggal 9 Oktober 2014
Aku berangkat bersama dengan teman ku ke Jakarta. Aku akan ambil kerjaan di Bekasi dan dia ku kasih yg di Jakarta, yg di Serang aku tolak. Sebenarnya kondisi ku pada saat itu aku bawa uang pas pasan (sampai sekarang abangku tidak tahu, jgn bilang bilang ya), aku Cuma ada ongkos pesawat utk pergi doank dan di tangan duit Cuma 300 rb , kebayang gak hidup di tempat baru bawa duit segitu?? Tapi aku Bismillah aja, tetap Allah besides me.
Aku berangkat bersama dengan teman ku ke Jakarta. Aku akan ambil kerjaan di Bekasi dan dia ku kasih yg di Jakarta, yg di Serang aku tolak. Sebenarnya kondisi ku pada saat itu aku bawa uang pas pasan (sampai sekarang abangku tidak tahu, jgn bilang bilang ya), aku Cuma ada ongkos pesawat utk pergi doank dan di tangan duit Cuma 300 rb , kebayang gak hidup di tempat baru bawa duit segitu?? Tapi aku Bismillah aja, tetap Allah besides me.
Aku meyakinkan diriku dalam hati, Selama nyawa masih di Badan pasti rezeki selalu ada. Gak mungkin Lah Allah tega menyia-nyiakan aku, it’s imposible.. teteeepp Allah besides me..
Tibalah di Jakarta.. Siang sekitar pukul 11..
Temanku, sebut saja namanya Bunga, dia ada kakak nya disana, sedangkan aku tidak ada, hiks.. But, semua ini harus ku jalani, jujur aku takut karena tetap saja aku ini seorang wanita, sekuat-kuatnya tenaga nya akan tetap kalah kuat dengan tenaga pria.
Temanku, sebut saja namanya Bunga, dia ada kakak nya disana, sedangkan aku tidak ada, hiks.. But, semua ini harus ku jalani, jujur aku takut karena tetap saja aku ini seorang wanita, sekuat-kuatnya tenaga nya akan tetap kalah kuat dengan tenaga pria.
Oke ira, U can U can… go go go !!!
Kami pun pisah di Bandara Soeta, Bunga bersama kakak nya sedangkan aku harus celingak celinguk kayak stupid girl bertanya sana sini gimana cara nya harus ke Bekasi. Akhirnya aku harus naik Damri ke stasiun Bekasi.
Sebelumnya teman seniorku berjanji akan menjemputku di stasiun bekasi. Dan tiba di sana dia nelpon bahwa dia tidak bisa jemput karena ada urusan. Itu sesuatu banget kan??? Dia nyuruh aku naik taksi. Dan akan membayar uang taksi nya.. Oh my God?? Kalaupun harus naik taksi, tetap saja ini tempat baru Loh bagiku. Aku kecewa dan sedih banget ditambah rasa takut yang mendalam. Pada saat itu posisiku sedang di depan warung dekat stasiun, aku mesan mie instan karena aku lapar banget dengan duit pas pasan yaitu cuma Rp 300.000,-
Di depan ku ada ibu-ibu yg sedari tadi terus melihatku pada saat aku telponan dan bingung bingung. Jujur aku risih banget dilihatin seperti itu. Huufff.
“Adek mau kemana??”kok kelihatannya bingung begitu.. Tanya si Ibu..
“saya mau ke Cibitung ibu.”
“oh cibitung dimananya?? Adek dari mana? Mau ketempat siapa diisana??” Tanya si ibu sambil mengunyah mie instan nya.
“saya mau ke Cibitung ibu.”
“oh cibitung dimananya?? Adek dari mana? Mau ketempat siapa diisana??” Tanya si ibu sambil mengunyah mie instan nya.
“oh, saya mau ke tempat XXX (lokasi tempat ku kerja), saya Dokter Bu, baru saja tamat, disini tempat senior, beliau awalnya janji akan menjemput saya disini tetapi tiba-tiba membatalkannya, saya baru pertama kali disini, beliau nyuruh saya naik taksi tapi tetap saja sy bingung”. Jawabku sendu.
“terus disini tinggal dimana?
“Nanti sy disediakan kamar disini bu”, jawabku tidak yakin.
“oh yasuda, kamu ikut ibu saja ya, Ibu rumahnya juga di Cibitung, Ibu pensiunan di kementrian kesehatan, ini baru dari soeta juga, baru tiba dari Nusa Teenggara Barat ada tugas disana, sebentar lagi anak ibu akan jemput ibu, yah sekalian km ibu antar”, pintanya.
“Allhamduliillah ya Alllah, serius ibu?? Mataku langsung berbinar.
Ntah kenapa aku percaya sekali ama ibu ini. Dari penampilan orang baik dan tidak ada yg perlu dicurigakan, dan tetap Bismillah saja, mmungkin ini adalah malaikatnya Alllah.
Panjang cerita 20 menit kemudian anak si Ibu tiba menjemput, dan aku ditawarkan bareng mereka.
Tiba mau gerak, mie instan ku dibayarin si Ibu #rezeki pertama
Alhamdulilah dalam hatiku.. hemat 7000 hhheee…
Tiba mau gerak, mie instan ku dibayarin si Ibu #rezeki pertama
Alhamdulilah dalam hatiku.. hemat 7000 hhheee…
Rezeki kedua pun tiba,penawaran pulang bareng dengan mereka. Di sepanjang perjalanan si Ibu bercerita tentang dirinya dan keluarganya, dan bercerita tentang Bekasi!! Beliau sangat bangga menceritakan tentang setiap sudut di kota Bekasi, dari gedung gedung kantor, apartemen, Mall, rumah rumah dan sebagainya. Sebagai penghargaan aku selalu mengatakan “ohhh iyaaa Ibu, keren sekali, ada ya tempat begini”, ini namanya teknik menyenangkan hati orang tua, Alhamdulillah si Ibu semakin baik dengan ku dan semakin bersemangat bercerita.
“ira, kamu kan baru tamat, pasti duit kamu dikit kan, ibu tahu banget dokter baru tamat duitnya gimana”.
Jlebbbb, aku speechless banget, ya Allah senang bercampur malu. Senang karena aku tidak harus pura-pura kaya di depan beliau.. malu nya, yah maluu aja digituin…
“Kalau km lapar, kamu bilang saja ya, ntar ibu antarkan makanan, baju km mau dicuci bilang ya ntar ibu jemput, kalau lagi bosen ntar datang aja kerumah ibu, atau sekalian saja kamu tinggal di rumah ibu, dirumah ibu banyak kamar, dulu tempatnya anak-anak ibu yg perempuan”.
MasyaAllah ya Allah, baiknya ibu ini.. aku bukan siapa siapa nya, juga baru kenal, pokoknya ini seperti di FTV FTV itu ,.. ya Allah alhamduliilah. Ga berhenti rasa syukur ku ucapkan pada saat itu..
“Alhamdulillah ibu, ibu baik sekali. Saya bukan siapa siapa ibu.. ibu juga baru kenal ama saya’, kataku sedih.
“Alhamdulillah ibu, ibu baik sekali. Saya bukan siapa siapa ibu.. ibu juga baru kenal ama saya’, kataku sedih.
“engga tahu kenapa Ibu senang ama km, kan kita sesama muslim emang harus membantu, ibu kasihan lihat kamu sendirian disini, tidak ada siapa-siapa, anggap saja ini rezeki dari Allah yg uda mempertemukan kita”
TIbalah di tempatku kerja. Dan ternyata itu hari minggu jadi tempat kerjaku tutup hanya saja aku bisa meletakkan semua barang ku di kamar.
“ira ayuk ke rumah ibu dulu biar ira tahu dimana rumah ibu”.
Akhirnya kami kerumah si Ibu..
Aku tercengang rumah si Ibu gedek bangggeeettttttt….. ya Allah rezeki dari Mu banget ini..
Rumahnya luas dan panjang ke dalam.. dibelakang ada sekitar 30 an kamar kos, mungkin lebih, aku ga sempat hitung, disamping rumah ada tempat usaha juga. Didalam rumah barang antic dan mewah bertebaran, tapi aku sebisa mungkin stay cool Lah..
Rumahnya luas dan panjang ke dalam.. dibelakang ada sekitar 30 an kamar kos, mungkin lebih, aku ga sempat hitung, disamping rumah ada tempat usaha juga. Didalam rumah barang antic dan mewah bertebaran, tapi aku sebisa mungkin stay cool Lah..
Usia si Ibu ada sekitar 50 an, aku jadi teringat almarhumah umiku sewaktu melihat beliau. Tiba dirumah aku di perkenalkan ama suami beliau yg mungkin usianya sekitar 60 tahunan, dan beliau menyambut ku dengan sangat ramah. Ya Allah baiknya, padahal aku baru saja tiba di kota itu dan akan mendapatkan keluarga baru..
Bercerita panjang lebar, dan akhirnya mereka bertanya ttg keluargaku. Yahuda aku bilang saja bahwa aku tidak punya orang tua lagi, aku ceritakan semuanya.
Di sepanjang cerita ku, Cuma 2 kata yg keluar dari mulut mereka, Subhanallah dan masyaALLAH. Aku tidak tahu apa yg ada di pikiran mereka.
“kamu ira, cewek, berani sekali kamu sendirian kemari tidak ada saudara dan gak punya apa apa. Gini ya Pa, orang Batak itu, semua pejuang, pemberani”, kata si Ibu.. aku Cuma bisa senyum. Seandainya si Ibu tahu ketakutan ku, pasti beliau akan menarik ucapannya.
“yahuda ira, kamu tinggal disini saja, seperti yg ibu bilang tadi, kalau lapar kemari saja jangan sungkan, atau nanti di antar, mau nyuci disini aja, atau tinggal disini, mau??” ntar ibu sekalian carikan tempat kerjamu disini ya…
“gausah ibu, insyaALLAH bisa kok nanti disana dijalani, tapi nanti ira akan sering main kemari ya”.
“anggap saja kami orangtua kamu ya”.
Setelah itu aku di ajak makan ke restoran cepat saji..
Alhamdulillah ya Allah, Allah besides me..
To be continued…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar