Selasa, 22 September 2015

Profesi Dokter Selain Membantu Penyembuhan Penyakit juga Sebagai Pengatur Ekonomi Pasien

Terkadang aku menjadi dokter merangkap sebagai pengatur keuangan juga...

Seorang pasien usia sekitar 3 tahunan datang dibawa ibunya dengan keluhan batuk berdahak, yang dahak sulit dikeluarkan, sesak napas, sudah beberapa hari...

Aku tawarin untuk Uap, tapi si ibu tidak mau karena tidak ada biaya, atau lebih tepatnya cuma bawa uang 100rb .. Nebulizer dgn obatan lengkap emang agak mahal, kecuali nebul biasa.. 

Aku tanya administrasi biaya nya berapa.. Kalau nebul lengkap berapa dan nebul biasa berapa... jika di free konsul berapa.. Aku ga berani free obat karena itu bukan hak ku.. Kalau aku kasih berarti aku sama seperti peran anak muda dalam sebuah mini series "Thief of Baghdad" zaman dulu, mencuri harta orang kaya utk di shadaqahkan utk orang-orang miskin.

Kembali ke topik..Kemudian aku kembali ke si Ibu... utk menawarin nebul utk anak nya.. Aku kasih penawaran bila ia bersedia, akan aku kasih free konsul.. tapi kalau tidak bersedia, konsul tidak ku free kan..Dengan kondisi beda biaya bersedia dan tidak bersedia cuma 10rb.. free konsul + nebul lengkap (dgn biaya nebul biasa) + obat-obatan..

Alhamdulillah anaknya baikan... itu poin yg diharapkan... Goodjob..

NB: jika ditanyakan pada semua Dokter di dunia ini, ketika ada pasien yg berkata jujur bahwa mereka tidak punya uang "Doc, I dont have money", percayalah di hati sang dokter pasti ada rasa emphati.. kita akan memberikan yg terbaik utk pasien..Honestly, kita butuh materi tapi kita juga punya hati nurani...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar