Konsep tersenyum
Sebenarnya pasien ku tidak banyak, tapi aku punya banyak cerita didalam nya..
Suatu hari aku mendapatkan pasien rata-rata penyakitnya darah tinggi (hipertensi) semua, dari usia sekitar 35 tahunan sampai 60 tahunan..
Ada sekitar 10 pasien, yg dari semua nya aku memakai konsep yg sama.. Yaitu konsep tersenyum..
Seperti biasa dimulai dari menyapa, anamnesa, pemeriksaan fisik, diagnosa, pengobatan serta edukasi..
Di bagian ini aku sll lama dalam konsultasi..
Ternyata tidak gampang menawarkan konsep senyum pada setiap pasien.. Tidak jarang aku dicibir dan ditertawakan..
Diantara ke 10 nya ada beberapa yg menarik..
Laki-laki usia 35 tahun dtg dg keluhan nyeri kepala.. Dan ternyata TD nya tinggi. Saat edukasi aku minta pasien utk tersenyum minimal 20 x dalam sehari.. Lagi senang ataupun tidak, tetap lakukan..
"Lah, dok tar kalau sy senyum sendiri sy dikira orang Gila.." (aku terdiam)..
"Abang milih sakit atau sehat?? Senyuman itu akan membantu penstabilan tekanan darah.. Hormon kesenangan juga akan bertambah.. Stresor juga menurun.. Selain Rutin kontrol, perbaharui life style, yah senyum.."
"Abang milih sakit atau sehat?? Senyuman itu akan membantu penstabilan tekanan darah.. Hormon kesenangan juga akan bertambah.. Stresor juga menurun.. Selain Rutin kontrol, perbaharui life style, yah senyum.."
Dia tetap tertawa.. (menurut ku tertawa nya dia itu yg buat dia Gila, hhee)
Laki-laki usia 60 tahunan dg keluhan yang sama, dan konsep senyum yg sama.. Tiba diluar kamar praktek ku, si bapak ngomong ama perawat ku malah aku yg dibilang Gila ama bapak bapak itu.. (hahahaha)
Kesimpulan nya,.. Jangan kan mendoktrin diri sendiri utk selalu senyum, meminta pasien saja pun sulit.. Menerapkan konsep senyum.. Padahal manfaat nya banyak sekali...
Hasil: dari 10 orang yg ku tawarkan konsep senyum, 2 orang setuju, 6 orang menolak dan tertawa, 2 orang mengatakan aku Gila..
hmmmm boleh dicoba dirumah
BalasHapus